Raih Prestasi dan Penghargaan diawal Tahun 2020

Banjarbaru – Walaupun Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan termasuk SKPD yang kekurangan SDM namun tidak menyurutkan untuk menuai prestasi. Berkat perjuangan yang keras kali ini DPPPA Prov. Kalsel berhasil mendapatkan Penghargaan kategori pemenang apresiasi media Provinsi Kalsel sebagai juara 2 kategori konten website dan media sosial. Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor H. Sahbirin Noor didampingi oleh Sekretaris Daerah H. Haris Makki dalam acara Apel Gabungan Lingkup SKPD di halaman kantor Setda Kalsel, Banjarbaru, Senin (3/2/2020).

Alhamdulillah perjuangan saya tidak sia-sia. Ini tahun pertama kami membuat dan mengisi website, ungkap Devi Indah Permata, S.Kep.,Ns selaku admin Website. Penghargaan ini merupakan motivasi untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik.

Alhamdulillah, UPTD PPA Kalsel resmi beroperasi

Banjarmasin – Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak akhir-akhir ini, mendorong perlunya penanganan kasus sedini mungkin berupa penyediaan layanan perlindungan khusus bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

“Urusan perlindungan perempuan dan anak merupakan urusan wajib, karena menyangkut 90,87 juta perempuan dan sekitar 80 juta anak dengan jumlah total 170 juta penduduk Indonesia. Untuk itu, pembentukan Unit Pelayanan Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) adalah urusan wajib pemerintah daerah (pemda) yang telah dituangkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2014.

Dalam rapat terbatas, Presiden RI, Joko Widodo meminta untuk segera dilakukan reformasi besar-besaran pada manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan membentuk One Stop Services (OSS), berupa pembentukan UPTD PPA. Diharapkan dengan dibentuknya UPTD PPA, penanganan perempuan dan anak korban dapat dilakukan dengan lebih cepat, terintegrasi, dan komprehensif. Sampai saat ini, sudah terbentuk 59 UPTD PPA di daerah, 37 di tingkat kab/kota dan 22 di tingkat provinsi.

Peraturan Menteri PPPA Nomor 4 tahun 2018 juga sudah menggambarkan lebih rinci tentang bentuk layanan, kapasitas SDM dan sarana prasarana yang dibutuhkan. Adapun bentuk layanan UPTD PPA yaitu pengaduan masyarakat; penjangkauan korban; pengelolaan kasus; penampungan sementara; mediasi; dan pendampingan korban.

Alhamdulillah Kalimantan Selatan kini mempunyai UPTD PPA juga seperti provinsi lainnya, dan resmi beroperasi resmi di awal tahun 2020. Semoga dengan berdirinya UPTD PPA ini mampu memberikan layanan kepada masyarakat khususnya bagi perempuan dan anak korban kekerasan, korban TPPO, diskriminasi, perlindungan khusus, dan masalah lainnya ujar Riku Ijami,SKM.,M.Kes selaku Kepala UPTD PPA Provinsi Kalimantan Selatan.

 

 

 

Peringatan Hari Ibu di Kalimantan Selatan, Gubernur Harapkan Perempuan Ikut Majukan Pembangunan

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar Peringatan hari ibu ke-91 Tahun di Siring 0 Km Banjarmasin, Minggu (8/12/2019). Kegiatan dihadiri ribuan peserta terdiri atas unsur, anggota Organisasi Wanita seperti PKK, Bhayangkari, DWP, Forkomwil, dinas terkait, mahasiswa, pelajar dan masyarakat setempat.

Sebelum kegiatan tersebut dimulai para peserta mengikuti jalan sehat keluarga sejauh 2,5 Km, senam massal sajojo maumare, senam beras kuning dan germas fun run. Dalam kegiatan ini juga para peserta dapat mengunjungi stand tes kesehatan gratis, donor darah dan stand bazar murah yang telah disediakan panitia.

Dalam sambutan Gubernur Kalsel yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Kalsel, Siswansyah mengatakan peringatan hari ibu (PHI) setiap tahunnya dilaksanakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan, kaum ibu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan pembagunan nasional dan daerah.

“Tahun ini PHI dikemas dengan sedikit berbeda, peringatan kali ini diharapkan menyentuh kalangan milenial dan influencer muda agar dapat menyampaikan pesan penting peringatan hari ibu ke berbagai kalangan,” ungkapnya. Oleh karena itu PHI tahun ini mengangkat tema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju” tema ini diharapkan dapat menginsipiarasi para pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk terus berkomitemen meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. “Karena Perempuan sebagai pilar peradaban bangsa harus terhindar dari pelakuan diskriminatif, kekerasan dan bersama-sama kaum laki-laki melaksanakan baktinya terhadap keluarga, bangsa dan negara indonesia,” ucapnya.

Untuk itu momentum peringatan hari ibu ke-91 memilikii arti nilai-nilai warisan luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda untuk mempertebal tekad dan keyakinan dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan dan pembangunan serta tekad untuk mewujudkan perdamaian yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan bangsa sebagai pengamalan pancasila.

Semoga setelah PHI ini, tidak ada lagi yang berpikir bahwa kesetraan gender itu hanya milik perempuan tetapi juga merujuk seluruh komponen masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan. “Mari bersama kita tingkatkan pembangunan ketahanan keluarga untuk kesejehteraan bangsa. Kalau perempuan baik maka negara menjadi sejahtera. Akan tetapi kalau perempuan rusak maka negara akan menjadi hancur,” tuturnya.

Selain acara jalan sehat Rangkaian peringatan Hari Ibu ke-91 juga diwarnai dengan ziarah Rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (14/12/2019).

Rombongan ziarah dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Kalsel Rinny Yazid Fanani didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel Husnul Hatimah dan Perwakilan PKK Kalsel, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Perwakilan BKOW Kalsel, serta beberapa organisasi wanita di Kalsel

Prosesi Ziarah diawali dengan Penghormatan kepada arwah Pahlawan dilanjutkan dengan peletakan rangkaian bunga di monumen TMP dan tabur bunga di pusara pahlawan bumi kencana.

Kepala Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindingan Anak Kalsel Husnul Hatimah mengatakan ziarah ke makam pahlawan untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.“Semangat inilah yang ingin ditanamkan kepada seluruh perempuan agar dapat berkontribusi dalam mengisi pembangunan khususnya pembangunan di banua,” ucapnya.

Untuk itu Peringatan Hari Ibu sebagai momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Usai melakukan ziarah, organisasi wanita di Kalsel melanjutkan kegiatan yaitu bakti sosial ke Lapas Perempuan Kelas II A Martapura, Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera dan Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Intan Banua Provinsi Kalsel.

Dan sebagai acara puncak sekaligus penutup, Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar Seminar Peringatan Hari Ibu Provinsi Kalsel dengan tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Jum’at (13/12/2019).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalsel dalam hal ini diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana dan dihadiri kurang lebih 600 peserta terdiri atas unsur organisasi perempuan, masyarakat, lembaga dan Dinas terkait.

Dalam sambutannya Hanifah Dwi Nirwarna mengatakan seminar ini merupakan bagian dari pemaknaan peringatan hari ibu tahun ini. “Memperingati hari ibu bukan hanya rutinitas dan serimoni tahunan, tetapi diharapkan menumbuhkan kesadaran kita bersama bahwa perempuan mempunyai peran penting dalam pembangunan, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Perempuan berdaya Indonesia maju yang menjadi tema seminar ini sangat jelas mencerminkan bagaimana posisi perempuan dalam kehidupan berbangsa. Hampir separuh penduduk Indonesia, bahkan Provinsi Kalsel adalah perempuan, maka jangan sampai potensi besar perempuan ini tidak diberdayakan.

Bahkan Hanifa mengharapkan kampaye global he for she yang telah disepakati negara kita juga dilaksanakan dalam berbagai aktivitas pembangunan. “Dengan kampaye ini kita tingkatkan peran laki-laki untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan perempuan serta mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak,” paparnya.

Target pemerintah tahun 2030 untuk mewujudkan planet 50:50 yaitu upaya untuk menyetarakan perempuan agar mendapatkan hak yang sama dengan lelaki dalam semua aspek kehidupan, tanpa mengurangi norma dan kodrat sebagai perempuan.

“Seminar hari ini diharapkan dapat menjadikan momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan, guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan,” katanya.

Untuk itu pada akhirnya memberikan kenyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak dan sekaligus agen perubahan (Agent Of Change).

“Tujuan seminar ini untuk mendukung penguatan karakter perempuan berdaya melalui peningkatan peran keluarga dalam pelindungan anak untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas atau sumber daya yang unggul,” ucapnya.

Tujuan lainnya mendukung penguatan karakter perempuan berdaya melalui kesetaraan dalam peran untuk mewujudkan harmoni antara laki-laki dan perempuan dan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap peran dan kedudukan kaum perempuan dalam upaya meningkat keutuhan dan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan penghargaan pengelolaan terbaik program terpadu peningkatan peranan wanita menuju keluarga sejahtera dan penghargaan pengelolaan terbaik kecamatan sayang ibu Provinsi Kalsel.