Upayakan ASI Eksklusif dengan Sosialisasi Ruang Laktasi

Banjarmasin- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya mengembangkan berbagai sektor untuk mendukung pemenuhan hak-hak anak di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Terkait hal tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Ruang Laktasi dalam rangka Pembentukan Kader ASI di Kalsel, di Hotel Roditha Banjarmasin, Senin (16/3/2020).

Kepala DPPPA Kalsel, Hj. Husnul Hatimah, SH.,MH mengatakan ketersediaan ruang laktasi baik di tempat kerja ataupun di fasilitas umum, merupakan salah satu upaya untuk mendukung para ibu agar dapat memberikan ASI eksklusif.

Penyediaan ruang laktasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemberian ASI pada anak. Hak memberikan ASI eksklusif bagi bayi untuk wanita pekerja merupakan hak yang dilindungi oleh Undang-Undang, baik kesehatan maupun ketenagakerjaan.

Kegiatan ini dihadiri 80 peserta dari SKPD lingkup Pemprov Kalsel, DPPPA se-Kalsel, kader Posyandu, PKK dan lembaga masyarakat tersebut dapat dimanfaatkan untuk menggali lebih dalam terkait penyediaan ruang laktasi dan pemberian ASI eksklusif.

Narasumber kegiatan ini langsung berasal dari pakar ahlinya Ketua AIMI Kalsel yaitu Gusti Risza Rayani Hasan Aman, dr Alfa Adistia Afandy dan Aziza Fitriah, M.Psi selaku Psikolog. Peserta Perempuan maupun laki-laki terlihat begitu antusias dalam menyimak materi.

“Ibu tidak boleh dihakimi, harus bahagia agar ASI yang mengalir berlimpah sehingga cukup untuk si bayi, dibandingkan dengan Penggunaan Sufor, ASI lebih sehat dan tidak mengeluarkan uang sehingga mampu mengurangi Biaya Pengeluaran Rumah Tangga. Dan tentunya hal ini tidak lepas dari peran suami, keluarga maupun lingkungan, ungkap Dr.Alfa”

Sebagai penutup, Kegiatan ini juga dibarengi dengan Penandatanganan MoU antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan AIMI Kalsel sebagai bentuk komitmen dalam mendukung Upaya Pemerintah Peduli ASI dan Penyediaan Ruang Laktasi untuk masyarakat