ASN DPPPA Kalsel Laksanakan Tes Kebugaran lari 1,6 KM

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan tes Kebugaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prov. Kalsel di Halaman Kantor DPPPA, Rabu (18/3/20).

Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Kepala BKOM; Agus Salim Moudoto, SKM.,M.Kes mengungkapkan kegiatan yang digelar hari ini berupa tes kebugaran bagi ASN dan juga cek kesehatan gratis bagi ASN merupakan bagian dari upaya Preventif untuk mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

“Pengukuran kebugaran ini kami lakukan untuk para ASN dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terpilih di 14 SKPD untuk mengetahui tingkat kebugaran dan kesehatan ASN apalagi dengan munculnya Virus Corona di Indonesia ini memicu sekali kesadaran pentingnya dalam menjaga kesehatan. Jika semua orang bugar tentu dapat memiliki tingkat imunitas yang tinggi,” terang Agus.

Agus menghimbau agar semua orang rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 sampai 40 menit sehari untuk tetap dapat menjaga kebugaran sehingga produktifitas meningkat dan tidak mudah capek. Kemudian dengan melalui tes kesehatan tersebut juga diharapkan dapat mengetahui sejak dini gejala gangguan kesehatan yang dirasakan.

Untuk tes kebugaran, para ASN diminta untuk lari sejauh 1,6 kilometer mengitari Kantor sebanyak 8 putaran. Tes tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana tubuh memanfaatkan oksigen di dalam tubuh. Kemudian, selain tes kebugaran juga dilakukan cek kesehatan gratis untuk ASN diantaranya cek tekanan darah dan sebelumnya tak lupa melakukan pemanasan bersama.

Prinsip pengukuran yang digunakan dalam tes ini adalah dengan menghitung waktu tempuh yang dibutuhkan masing-masing peserta untuk menempuh jarak 1,6 km. Dari angka tersebut kemudian dimasukkan kedalam tabel berdasarkan kelompok umur dan waktu tempuh, yang akhirnya didapatkan kategori kurang, cukup, baik, atau baik sekali.

Berkenaan dengan peserta dengan kategori kurang, cukup dan baik masing-masing mendapatkan rekomendasi untuk melakukan olahraga sesuai dengan jenis olahraganya maupun lama waktu latihan minimal seminggu 2x sesuai Latihan Fisik yang dianjurkan secara rutin. (Dv)