Lima Remaja Korban Prostitusi Online di Kaltim Berhasil Kembali Ke Kalsel.

Banjarbaru – Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kalimantan Selatan menyambut kepulangan 5 remaja korban Eksploitasi anak di Kantor Dinas Sosial Kalsel. Serah terima dilakukan bersama Dinas Sosial Paser, Kalimantan Timur. Jumat (26/9/2020)

Lima remaja asal Kalsel ini diketahui dijadikan korban eksplotasi seksual dengan pola prostitusi daring. Mereka berinisial ND (13 tahun) dari Kab.Banjar, IS (16 tahun) warga Tanah Laut , DR (16 tahun) dari HSU, NJ (17 tahun) dari Banjarmasin serta MAR (19 tahun) dari Banjarmasin.

Praktik prostitusi online di Paser sendiri diketahui mulai terkuak ke permukaan usai polres setempat dan Polda Kaltim menggelar kasusnya ke publik, bulan Juli 2020 tadi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos Paser, Puji Widyastanti, berkata pemerintah menjemput mereka semua di sebuah guest house di kawasan Paser berdasarkan laporan warga setempat. “Pihak kepolisian bergerak cepat waktu itu. Mereka kami bina di rumah singgah yang bekerja sama dengan Yayasan Paser Peduli milik swasta,” ujarnya.

Puji menambahkan lima anak ini dibina selama kurang lebih tiga bulan. Hal tersebut dilakukan untuk melengkapi proses hukum di Pengadilan Negeri Paser. Mereka semua dijadikan saksi atas aksi para pelaku. Kini, ia memastikan kondisi semua anak sudah sehat. Maka dari itu, pihaknya merasa perlu menyerahkan mereka ke Pemprov Kalsel.

Sambut kepulangan 5 Remaja korban Eksploitasi Anak di Kantor Dinsos Kalsel.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Siti Nuriyani, mengapresiasi kinerja Dinsos Paser karena telah membina serta mengasuh warga banua di sana. “Selanjutnya anak-anak ini nanti akan kita bina di Panti Sosial Melati Pemprov Kalsel yang ada di Banjarbaru. Kita berikan pembinaan dan bimbingan spiritual,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel, Hj. Husnul Hatimah,SH.,MH juga serupa dengan Nuriyani. Ia mengapresiasi pihak Dinsos karena sudah menyelamatkan anak-anak dari eksploitasi seksual. “Lima anak ini terus kita pantau perkembangannya. Kita berikan rehabilitasi sosial. Juga pihak kami akan memberikan perlindungan dan hak-hak mereka harus dipenuhi,” ujar Husnul yang didampingi Kepala UPTD. PPA Kalsel, Riku.

Polisi sudah mengamankan sekitar enam germo yang rupanya juga berasal dari Kalimantan Selatan. MR, FS, AR, MA, NDS. “Pelaku sendiri berasal dari Kalimantan Selatan dan sudah tiga hari melakukan transaksi prostitusi online di Kabupaten Paser tepatnya di salah satu guest house di Jalan Ahmad Yani Tanah Grogot. Saat ini Polres Paser telah memanggil pengelola guest house untuk dimintai keterangan terkait prostitusi online tersebut,” jelas Kapolres Paser AKBP Murwoto, saat jumpa pers, Selasa (14/07/2020) dikutip dari suarabalikpapan.com

“Adapun para pelaku terancam hukuman 10 tahun penjara sesuai pasal 88 Undang-Undang No 35 Tentang Perlindungan Anak,” tandas Kapolres Murwoto didampingi Kasatreskrim AKP Ferry Putra Samodra. (jejakrekam)