Menuju Pesantren Ramah Anak, DPPPA Kalsel Latih Ustad dan Ustazah

Banjarbaru – Dalam upaya pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak di pondok pesantren, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Pelatihan Tenaga Terlatih Pesantren Ramah Anak Tahun 2020 dengan bekerjasama dengan Kementerian agama dalam pengembangan program ini.

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 13-14 Oktober 2020 di Halaman Kantor DPPPA Kalsel secara outdoor untuk pertama kalinya. Suasana kali ini tampak berbeda dari biasanya karena pesertanya dibagi menjadi 4 sesi selama 2 hari, yang setiap sesinya dihadiri kurang lebih 30 peserta sesuai arahan dari Tim gugus Tugas Covid-19 untuk menghindari kerumunan dan pencegahan penularan Virus Corona. Dengan mengutamakan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker serta faceshield.

Narasumber kegiatan ini langsung mendatangkan dari Kementerian PP-PA RI yaitu Drs. Dody Hidayat, M.Kom.I selaku Kepala Bidang Partisipasi Organisasi Keagamaan.

Dody Hidayat mengatakan Kementerian PP-PA terus berupaya mencegah kekerasan dan memberikan perlindungan terhadap anak, salah satunya di pondok pesantren karena saya sendiri juga berasal dari sana. Pondok pesantren dalam proses belajar mengajar harus ramah terhadap anak karena disana tempat mencetak jutaan generasi anak yang nantinya akan  merubah peradaban dunia yang baik dalam intelektual maupun akhlaknya, dan untuk mewujudkan hal tersebut maka semua pesantren harus menjadi pesantren yang ramah anak” ungkapnya.

Namun fakta lain mengatakan, banyak ditemukan data bahwa pesantren bukan tidak ramah anak karena dari segi ajaran sudah mengajarkan untuk ramah. Namun ada data yang menunjukkan adanya kekerasan yang semakin meningkat baik itu kekerasan fisik, psikis, maupun seksual. “Kami prihatin dengan kondisi yang seharusnya tidak terjadi ini. Untuk itulah kami akan memberi pelatihan ke pengurus pondok pesantren,” jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan untuk memenuhi hak-hak anak di pesantren, saat ini Kementerian PP-PA telah membentuk model pondok pesantren ramah anak di lima provinsi berbeda, di antaranya Provinsi Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Banten. Untuk Daerah Kalimantan Sendiri, Pesantren Alfalah Banjarbaru yang terpilih sebagai model pondok pesantren ramah anak di Kalimantan Selatan.

Tak kalah pentingnya, narasumber lainnya diisi kembali oleh pakar ahli yaitu Pa Hadi Utomo dari Yayasan Sejahtera. Beliau mengatakan berhati-hatilah dalam mendidik anak, pentingnya guru/ ustad tidak memberikan Racun jiwa yang bisa merusak siswa.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kementerian Agama Kab/Kota, Dinas Pemberdayaan Perempuan Kab/Kota dan Pimpinan Pondok Pesantren dalam mendukung kegiatan ini, karena semua pihak harus berpartisipasi dalam pengembangan Pesantren Ramah Anak.